Senin, 24 November 2014

PENGERTIAN BARONG DAN JENIS-JENISNYA

Asal-Usul Istilah Barong
Barong menurut Kamus Bali-Indonesia (Warna, 1993: 63) merupakan perwujudan binatang mitologi sebagai lambang kebenaran untuk melawan kekuatan kebatilan yang merusak. Menurut Kardji (1993: 53) kata barong berasal dari kata Sanskerta “b(h)arwang“, yang berarti bear (dalam bahasa Inggris) atau binatang beruang (dalam bahasa Indonesia).Sedangkan Zoetmulder, 1995: 112; Titib, 2001: 417 berpendapat bahwa kata barong berasal dari bahasa Jawa Kuna “barwang” yang berarti beruang, beruang madu (Ursus malayanus). Kata barwang ini dapat ditemui dalam kitab Ramayana (12.61), Sumanasantaka (159.3), Sutasoma (95.6), Arjuna Wijaya (10.14).
Dalam kitab Sutasoma (131.1c) dan Bharatayuddha (9.3; 46.14) ada ditemukan kalimat singha barwang
alayu, yang sering dikombinasi menjadi singha barong.

Dengan demikian bagi Titib, kata barong berasal dari kata beruang, mengingat binatang beruang sudah sejak lampau telah populer dikenal di India, Tiongkok, Asia Tenggara, Sumatra, Jawa dan Bali, terbukti telah populer disebut-sebut di dalam karya sastra. Banyaknya sumber-sumber tulisan yang telah dikemukakan oleh Titib, tentu semua itu tidak bisa diabaikan, karena telah memberi pengaruh besar dalam membentuk bahasa dan budaya Jawa-Bali di masa lampau (Indianisasi).
Oleh karena itu, barong merupakan artefak budaya yang berakar pada budaya spiritual bangsa, khususnya Bali sendiri, yang mengandung unsur universal dan sakral. Walau banyak orang mengira barong sebagai pengaruh budaya luar, tetapi kalau kemudian ditelusuri keberadaan barong dengan berbagai ragam jenis dan bentuk serta namanya yang banyak ditemukan di Bali, maka wujud barong tidak lagi hanya berupa singa dan beruang saja.
Selain itu, ada ditemukan barong berbentuk manusia yang disebut barong landung dan barong brutuk. Karena itu kata barong asal-usul istilah (katanya) semestinya ditelusuri dan dikaji kembali dari persepsi kebudayaan dan bahasa Bali sendiri, yang kaya akan beragam artefak barong, bukan dari kebudayaan luar yang ternyata sangat miskin dengan artefak barong.
Berangkat dari persepsi yang demikian itu, maka diduga kata barong berasal dari kata-kata dalam bahasa Bali sendiri, yaitu Ba + Rong atau Bah + RongBa atau Bah suku kata depan dari katab(h)aga artinya badan (Anandakusuma, 1986: 14) dan baga artinya lubang pada kelamin wanita(Warna, 1993: 51), juga bisa berasal dari kata bah diambil dari kata jadian bah bangun (bahasa Bali) artinya ukuran panjang, lebar dan tinggi dari Bangunan Tradisional Bali (Warna, 1993: 51), serta rongjuga artinya ruang atau rongga (Anandakusuma, 1986: 162). Dengan demikian barong (bahrong) dapat berarti ruang atau rongga dari badan atau tubuh dilengkapi dengan lubang masuk ruangnya, atau juga berarti ukuran panjang, lebar dan tinggi dari ruang (bah bangun rong) dari makhluk mitologi yang dibuat.
Ini akan sangat tepat dengan perubahan/pertukaran pemakaian huruf b-p-m dalam kata jadian bahasa Bali, misalnya bapang (hiasan leher) menjadi mapangin (mengisi/memasang bapang pada leher). Umum di kalangan pendukung budaya barong, kata bapang juga dipakai untuk menyebut Tarian Barong Ketetmapang berarti menarikan barong ketet.
“Sira sane mapang punika?” artinya siapa yang menarikan barong ketet itu. Demikian pula halnya, kata barong artinya ruang/rongga/lubang dari badan bisa berubah menjadi marong, yang kemudian dalam konteks tata ruang atau Arsitektur Tradisonal Bali artinya berisi atau memiliki ruang. Misalnya:marong telu berarti beruang tiga, marong kalih berarti memiliki ruang dua (Warna, 1993: 586). Palinggih Kamulan punika sane marong telu artinya bangunan pemujaan yang bernama Kamulan itu adalah yang beruang tiga.
Demikian juga dengan kata barong (rongga/lubang dalam dari badan) dapat mengalami perubahan ucapan menjadi marong artinya memiliki ruang atau rongga atau ukuran panjang, lebar dan tinggi.
Kemudian, bila dikaitkan dengan seni arca sebagai wahana dewata yang menjadi pusat pemujaan di Bali (bagian dari proses Indianisasi), “ba” atau “bah” pada kata barong dapat dikaitkan dengan suku awal dari kata b(h)awa artinya sinar atau menjelma pada mahkluk seperti pada kata punarbhawa atau inkarnasi (Tim Sabha Sastra Bali, 2005: 20). Tentu inkarnasi yang dimaksud di sini adalah inkarnasi Tuhan yang dikenal dengan berbagai wujud untuk menyelamatkan dunia dari kehancuran yang disebut awatara.
Kemudian timbul keinginan untuk dapat mementaskan atau menarikan kembali bentuk-bentuk bhawa(bentuk inkarnasi Tuhan ke dalam wujud mahkluk) tersebut, maka dibuatlah arcanya dalam ukuran besar, bentuk barong/marong (berongga). Tujuan pembuatan rongga/lubang ini agar lebih ringan dan sebagai tempat leluasa (ruang gerak) bagi penari agar lebih luwes dalam menarikan bhawa itu.
Jadi, barong adalah perwujudan mahkluk mitologi (bhawa dari Tuhan), yang bagian dalamnya dibuat beruang atau berongga sesuai dengan ukuran panjang, lebar dan tinggi tubuh manusia (ergonomik) yang akan menarikan, sebagai lambang peringatan pertarungan antara kebenaran, kebajikan dalam melawan kebatilan atau kekuatan yang merusak.
-
Jenis-Jenis Barong di Bali
Seperti telah disebutkan di atas, bahwa bentuk-bentuk barong di Bali memiliki banyak macam, seperti:
  • Barong Bangkal, adalah barong berbentuk babi jantan besar;
  • Barong Bangkung, adalah barong berbentuk induk babi;
  • Barong Ket/Ketet/Keket, barong dengan bentuk binatang mitologis perwujudan dari “Banaspati Raja”;
  • Barong Landung, barong berbentuk manusia tinggi besar (berbeda dari barong lain). Perwujudan tokoh yang laki-laki dengan muka seram berwarna hitam disebut Jero Gede, sedangkan tokoh wanita dengan muka lucu (mata sipit, jidat dan pipi menonjol, kuping lebar) berwarna putih atau kuning disebut Jero Luh. Kedua tokoh ini adalah tokoh sentral yang harus ada sebagai lambang pemujaan, dan untuk tujuan pemenuhan lakon pertunjukkan dapat ditambah dua sampai tiga tokoh lainnya (Warna, 1993: 63).
Jenis-jenis barong dan fungsi yang lebih lengkap diuraikan dan dijelaskan oleh Titib (2001: 418-422), sebagai berikut:
Barong Ket

Barong Ket juga sering disebut Barong KetketBarong RentetBarong Ketet. Jenis barong ini merupakan penggambaran Banaspatiraja yang berarti pelindung hutan atau pohon-pohonan. Pelindung hutan tersebut adalah si raja hutan yang berupa binatang singa atau macan dan binatang hutan lainnya. Karena itu, Barong Ket bentuknya merupakan kombinasi dari singa, macan, sapi dan beruang yang mempunyai kekuatan magis.
Jenis barong ini terdapat hampir di semua desa adat di Bali, biasanya disertai dengan Rangdasebagai pendampingnya (Yoga, 2000: 30).
Di India dikenal juga binatang suci yang mirip Barong Ket di Bali, namanya Sarabha. Di dalam kamus Sansekerta digambarkan binatang mitos seperti singa (mahamraga) dan sejenis singa (mrgendravisesa).
Di dalam kitab-kitab agama, juga dalam Siwa Purana, bagian Satarudriya Samhita, dan kitabSarabha Upanisad, diceritakan Wisnu berwujud Narasimha untuk membunuh raksasa Hiranyakasipu. Selesai membunuh Hiranyakasipu, Narasimha masih mengembara dengan garangnya menghancurkan segala sesuatunya. Para dewa memohon bantuan Dewa Siwa untuk mengatasi masalah tersebut. Siwa kemudian mengambil wujud sebagai Sarabha (Sarabhesa) dan menangkap Narasimha serta mencengkeram dengan dua kakinya dan memotong tubuhnya. Setelah itu, Wisnu merasa sangat bahagia dibebaskan dari inkarnasinya itu dan kembali ke Vaikuntha, untuk berterima kasih kepada Siwa. Oleh karena itu, Sarabha juga dikenal dengan nama Simhaghna atau pembunuh Narasimha (Ramachandra, 1992: 199).
Di dalam suatu mitologi tentang Kirthimuka yang dianggap sebagai penjelasan Barong Ketmengatakan bahwa: Bhatara Çiwa yang sedang bertapa digoda oleh raksasa Rahu. Beliau marah dan dari mata yang ketiga dipancarkan Kala Kirthimuka untuk membinasakan Rahu. Sebelumnya, Rahu mohon ampun atas kekhilafannya, namun karena Çiwa sudah terlanjur menggunakan Kirthimuka, maka kini ia harus memakan dirinya sendiri, akhirnya tinggal mukanya saja. Untuk menghormati kesetiaan Kirthimuka maka ia diangkat sebagai pelindung pada tiap-tiap pintu gerbang Candi Çiwa.
Barong Ket juga dianggap sebagai perwujudan Banaspati Raja atau Raja Hutan. Konsep yang sama juga terdapat di Jawa, seperti Barong Singa dan Reog. Hanya saja di sana Barong Singa dianggap sebagai yang kalah, sedangkan di Bali Barong Ket adalah lambang kebaikan (Bandem, 1983: 29-30).
Menurut Pan Putu Budhiartini (2000: 1), Barong dan Rangda merupakan ilustrasi daripada sifat Tuhan, yang dalam hal ini disebut sebagai Maha Bapak (Bapa) dan Maha Ibu (Meme). Dengan demikian Barong dan Rangda merupakan simbol-simbol untuk mengungkapkan cikal bakal dan asal-usul umat manusia (segala ciptaan) di belahan dunia. Kehidupan apapun yang tumbuh dan berkembang di muka bumi, semuanya bersumber dari sifat Tuhan dalam wujud Rwa Bhineda(Binnary Oposition: dua unsur yang saling bertentangan tetapi selalu berpasangan), seperti unsur panas/api dan unsur dingin/air.
-
Barong Bangkal

Bangkal adalah babi yang umurnya telah tua. Bangkal dianggap sebagai binatang mitologis yang mengingatkan cerita kelahiran Bhoma. Ketika Brahma dan Wisnu masing-masing menunjukkan kehebatannya, muncul Siwa dalam wujud “lingga kristal yang puncak atasnya menembus langit dan pangkalnya bawahnya masuk jauh ke dalam bumi. Brahma mencari ujung atasnya dalam wujud burung layang-layang dan Wisnu mencari pangkalnya dengan berubah wujud menjadi seekor babi (bangkal) yang buas.
Dalam 10 Awatara Wisnu (Dasa Awatara Wisnu), disebutkan salah satunya adalah Waraha Awatara(awatara ke-3), yaitu Wisnu menjelma ke dunia menjadi waraha (babi hutan) untuk membunuh raksasa Hiranyaksa, yang mau menyeret dunia ini ke dunia bawah (Tim Sabha Sastra Bali, 2005: 16-17).
Untuk selalu mengingat kebesaran kemahakuasaan Tuhan itulah maka dibuat simbol binatang mitologi berupa Barong Bangkal. Sebagai bentuk pemujaan maka Barong Bangkal ini biasanyangelawang (datang ke depan pintu gerbang atau lawang rumah-rumah penduduk) untuk menari sebagai pengusir kekuatan jahat dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.
-
Barong Asu
Kata asu merupakan bahasa Bali halus dari kata anjing. Secara leksikal asu juga berarti anjing. Wajah barong ini memang menyerupai kepala anjing. Barong ini merupakan barong angker dan disakralkan. Biasanya juga digunakan untuk ngalawang dan rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.
-


Barong Macan
 Barong dengan wajah atau topengnya berwujud kepala binatang macan. Barong ini dikaitkan dengan cerita Tantri (Kehidupan Kerajaan Binatang di Rimba Raya), kulitnya dibuat dari kain beludru loreng menyerupai bulu macan asli. Dipentaskan waktu acara ngelawang dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.
-
Barong Gajah

Barong berwujud seekor gajah yang merupakan binatang paling terkenal di India, juga merupakan mitologi suci. Dipertunjukkan dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.

Barong Sampi

Berwujud sapi jantan, dipentaskan dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan.
-
Barong Singa

Terdapat di kabupaten Buleleng, topengnya berwujud kepala harimau (singa), fungsinya sama dengan barong lain, sebagai penolak bala bencana.
-
Barong Landung

Barong ini tidak berwujud binatang, melainkan berwujud manusia laki-laki dan perempuan. Katalandung dalam bahasa Bali berarti tinggi, karena wujud dari barong ini baik yang laki-laki maupun yang perempuan semuanya tinggi-tinggi, dimainkan seperti ondel-ondel Betawi. Barong landung seperti barong-barong lainnya sangat disakralkan oleh umat “panyungsung” (pemuja)-nya. Tidak hanya sepasang laki-laki dengan taringnya yang melengkung ke luar, yang disebut Jero Gede, dan perempuan yang berwarna putih/kuning (wajahnya mirip orang Tionghoa), yang disebut Jero Luh, tetapi juga diikuti oleh beberapa pengiring sebagai putra dan putrinya. Sering dipentaskan dalam rangkaian hari raya Galungan dan Kuningan untuk mengusir para bhuta kala (unsur negatip yang selalu ingin menganggu kehidupan manusia).
-
Barong Brutuk

Barong ini terdapat di Desa Trunyan, Kintamani, Bangli. Wajah atau topeng barong ini menyerupai raksasa, sebagai perwujudan Dewa Ratu Pancering Jagat dan Dewi Ayu Pingit dengan bala pengiringnya. Penari barong ini adalah laki-laki yang ketika pementasan memakai senjata cemeti dari lidi tanpa diiringi gamelan. Klimak pertunjukkan barong ini adalah adalah bertemunya Ratu Pancering Jagat dengan Dewi Ayu Pingit, dilambangkan dengan bertemukan Brutuk laki-laki dengan Brutuk perempuan. Tujuan dari pementasan barong ini adalah untuk memohon kesuburan.
-
Barong Blas-Blasan

Barong ini sering juga disebut Barong Kedingkling atau Nongkling, yang mengingatkan suara gamelan yang ditabuh berbunyi nong-kling. Barong blasan-blasan memakai topeng-topeng para tokoh dalam cerita Ramayana (Wayang Wong), diiringi gamelan batel, bebarongan. Barong ini dipentaskan dengan cara ngelawang dari gerbang satu ke gerbang rumah lainnya. Penarinya sebagian besar anak-anak, sedang penabuhnya orang-orang dewasa.
-
Barong Gagombrangan

Berong jenis ini sudah jarang dapat disaksikan. Kata gombrang artinya rambutnya terurai, sejenis dengan barong memedi (mahkluk halus penghuni hutan, jurang) di beberapa desa di Bali.
-
Barong Jaran

Sejenis barong dengan wajah menyerupai kepala kuda (jaran).
-
Barong Manjangan

Barong dengan wajah menyerupai kepala rusa atau manjangan.
-
Barong Dawang-Dawang

Merupakan variasi lain dari Barog Landung, terdapat di daerah Tabanan, topengnya berwujud raksasa dan sangat besar (Team Survey ASTI, 1977: 117; Titib, 2001: 422). Di desa Muncan, Kabupaten Karangasem disebut Dawang-Dawang untuk yang laki-laki dan Dudong untuk yang perempuan. Dawang-Dawang dan Dudong dibuat dan digunakan sebagai pelengkap upacara ngaben (pembakaran jenazah), yakni mengiringi wadah/bade (usungan jenazah) ke setra (kuburan), bersamaan dengan petulangan yang dapat berupa singa, gajahmina, atau lembu hitam. Di Denpasar tidak terdapat Dawang-Dawang, melainkan Ogoh-Ogoh yang diusung oleh masyarakat sebagai perwujudan roh orang yang meninggal. Namun, dalam perkembangan mutakhir, Ogoh-Ogoh dikaitkan dengan perayaan Nyepi berbentuk Bhuta, Kala dan Raksasa

CERITA SEKILAS TENTANG PURA BESAKIH



Inilah asal mulanya ada Besakih, sebelum ada apa-apa hanya terdapat kayu-kayuan serta hutan belantara di tempat itu, demikian pula sebelum ada Segara Rupek (Selat Bali). Pulau Bali dan pulau Jawa dahulu masih menjadi satu dan belum dipisahkan oleh laut. Pulau itu panjang dan bernamaPulau Dawa. Di Jawa Timur yaitu di Gunung Rawang (sekarang dikenal dengan nama Gunung Raung) ada seorang Yogi atau pertapa yang bernama 
Resi Markandeya.
  
Beliau berasal dan Hindustan (India), oleh para pengiring-pengiringnya disebut Batara Giri Rawangkarena kesucian rohani, kecakapan dan kebijaksanaannya (sakti sidhi ngucap). Pada mulanya Sang Yogi Markandeya bertapa di gunung Demulung, kemudian pindah ke gunung Hyang (konon gunung Hyang itu adalah DIYENG di Jawa Tengah yang berasal dan kata DI HYANG). Sekian lamanya beliau bertapa di sana, mendapat titah dari Hyang Widhi Wasa agar beliau dan para pengikutnya merabas hutan di pulau Dawa setelah selesai, agar tanah itu dibagi-bagikan kepada para pengikutnya.
Sang Yogi Markandeya melaksanakan titah itu dan segera berangkat ke arah timur bersama para pengiring-pengiringnya kurang lebih sejumlah 8000 orang. Setelah tiba di tempat yang dituju Sang Yogi Markandeya menyuruh semua para pengiringnya bekerja merabas hutan belantara, dilaksanakan sebagai mana mestinya.

Saat merabas hutan, banyak para pengiring 
Sang Yogi Markandeya yang sakit, lalu mati dan ada juga yang mati dimakan binatang buas, karena tidak didahului dengan upacara yadnya (bebanten / sesaji)
Kemudian perabasan hutan dihentikan dan Sang Yogi Markandeya kembali lagi ke tempat pertapaannya semula (Konon ke gunung Raung di Jawa Timur. Selama beberapa waktu Sang Yogi Markandeya tinggal di gunung Raung. Pada suatu hari yang dipandang baik (Dewasa Ayu) beliau kembali ingin melanjutkan perabasan hutan itu untuk pembukaan daerah baru, disertai oleh para resi dan pertapa yang akan diajak bersama-sama memohon wara nugraha kehadapan Hyang Widhi Wasabagi keberhasilan pekerjaan ini. Kali ini para pengiringnya berjumlah 4000 orang yang berasal danDesa Age (penduduk di kaki gunung Raung) dengan membawa alat-alat pertanian selengkapnya termasuk bibit-bibit yang akan ditanam di hutan yang akan dirabas itu. Setelah tiba di tempat yang dituju, Sang Yogi Markandeya segera melakukan tapa yoga semadi bersama-sama para yogi lainnya dan mempersembahkan upakara yadnya, yaitu Dewa Yadnya dan Buta Yadnya. Setelah upacara itu selesai, para pengikutnya disuruh bekerja melanjutkan perabasan hutan tersebut, menebang pohon-pohonan dan lain-lainnya mulai dan selatan ke utara. Karena dipandang sudah cukup banyak hutan yang dirabas, maka berkat asung wara nugraha Hyang Widhi WasaSang Yogi Markandeyamemerintahkan agar perabasan hutan, itu dihentikan dan beliau mulai mengadakan pembagian-pembagian tanah untuk para pengikut-pengikutnya masing-masing dijadikan sawah, tegal dan perumahan.

Di tempat di mana dimulai perabasan hutan itu Sang Yogi Markandeya menanam kendi (payuk) berisi air, juga Pancadatu yaitu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permataMirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten / sesajen) selengkapnya diperciki tirta Pangentas(air suci). Tempat di mana sarana-sarana itu ditanam diberi nama BASUKI. Sejak saat itu para pengikut Sang Yogi Markandeya yang datang pada waktu-waktu berikutnya serta merabas hutan untuk pembukaan wilayah baru, tidak lagi ditimpa bencana sebagai mana yang pernah dialami dahulu. Demikianlah sedikit kutipan dari lontar Markandeya Purana tentang asal mula adanya desa dan pura Besakih yang seperti disebutkan terdahulu bernama Basuki dan dalam perkembangannya kemudian sampai hari ini bernama Besakih.

Mungkin berdasarkan pengalaman tersebut, dan juga berdasarkan apa yang tercantum dalam ajaran-ajaran agama Hindu tentang Panca Yadnya, sampai saat ini setiap kali umat Hindu akan membangun sesuatu bangunan baik rumah, warung, kantor-kantor sampai kepada pembangunan Pura, demikian pula memulai bekerja di sawah ataupun di perusahaan-perusahaan, terlebih dahulu mereka mengadakan upakara yadnya seperti Nasarin atau Mendem Dasar Bangunan. Setelah itu barulah pekerjaan dimulai, dengan pengharapan agar mendapatkan keberhasilan secara spiritual keagamaan Hindu di samping usaha-usaha yang dikerjakan dengan tenaga-tenaga fisik serta kecakapan atau keahlian yang mereka miliki. Selanjutnya memperhatikan isi lontar Markandeya Purana itu tadi dan dihubungkan pula dengan kenyataan-kenyataan yang dapat kita saksikan sehari-hari sampai saat ini tentang tata kehidupan masyarakat khususnya dalam hal pengaturan desa adat dan subak di persawahan. Oleh karena itu dapat kita simpulkan bahwa Besakih adalah tempat pertama para leluhur kita yang pindah dari gunung Raung di Jawa Timur mula-mula membangun suatu desa dan lapangan pekerjaan khususnya dalam bidang pertanian dan peternakan. Demikian pula mengembangkan ajaran-ajaran agama Hindu.

Sabtu, 22 November 2014

Download Game Watch Dogs Full Version for PC

Watch Dogs
Free Download Game Watch Dogs Full Version for PC Deluxe Edition Full ISO Single Link Crack Work. Watch Dogs ( bergaya sebagai WATCH_DOGS ) adalah open world action-adventure video game yang dikembangkan oleh Ubisoft Montreal dan diterbitkan oleh Ubisoft. Album ini dirilis pada 27 Mei 2014 untuk Microsoft Windows, PlayStation 3, PlayStation 4, Xbox 360 dan Xbox One, dengan versi Wii U direncanakan untuk rilis pada kuartal keempat 2014. Ditetapkan dalam versi fiksi dari Chicago, Illinois, yang cerita single-player mengikuti hacker dan upaya untuk membalas dendam setelah kematian disengaja keponakannya. Dunia desain terbuka memungkinkan pemain bebas berkeliaran Chicago, yang meliputi kota urban, pedesaan terbuka dan kumuh. Permainan ini dimainkan dari sudut pandang orang ketiga dan dunianya navigasikan pada kaki atau dengan kendaraan. Pemain mengontrol Aiden Pearce, seorang hacker topi abu-abu yang sangat terampil yang bisa hack ke dalam CTO, sistem terpusat yang mengelola kota terhubung hiper -of Chicago. Pemain dapat memilih untuk bermain baik melawan hukum, atau untuk itu - sebagai penjahat, atau main hakim sendiri. Sebuah modus multiplayer online juga disediakan dalam permainan, memungkinkan hingga delapan pemain untuk terlibat dalam kedua koperasi dan gameplay kompetitif dalam rekreasi dari pengaturan single-player. Screenshot:
Watch Dogs
Watch Dogs
System Minimum:
  • OS: Windows Vista (SP2), Windows 7 (SP1) or Windows 8 (Please note that we only support 64 bit OSs.)
  • Processor: Intel Core 2 Quad Q8400 @ 2.66Ghz or AMD Phenom II X4 940 @ 3.0Ghz
  • Memory: 6 GB RAM
  • Graphics: DirectX 11 graphics card with 1 GB Video RAM – Nvidia Geforce GTX 460 or AMD Radeon HD 5770
  • DirectX: Version 11
  • Hard Drive: 25 GB available space
  • Sound Card: DirectX 9.0c Compatible Sound Card with Latest Drivers
  • Additional Notes: Broadband connection and service required for multiplayer mode. Supported Video Cards at Time of Release: nVidia GeForce GTX460 or better, GT500, GT600, GT700 series; AMD Radeon HD5850 or better, HD6000, HD7000, R7 and R9 series Intel® Iris™ Pro HD 5200
System Recommended:
  • OS: Windows Vista (SP2), Windows 7 (SP1) or Windows 8 (Please note that we only support 64 bit OSs.)
  • Processor: Eight core – Intel Core i7-3770 @3.5 GHz or AMD FX-8350 X8 @ 4 GHz
  • Memory: 8 GB RAM
  • Graphics: DirectX 11 graphics card with 2 GB Video RAM – Nvidia Geforce GTX 560 ti or AMD Radeon HD 7850
  • DirectX: Version 11
  • Hard Drive: 25 GB available space
  • Sound Card: DirectX 9.0c Compatible Sound Card with Latest Drivers
  • Additional Notes: Broadband connection and service required for multiplayer mode. Supported Video Cards at Time of Release: nVidia GeForce GTX460 or better, GT500, GT600, GT700 series; AMD Radeon HD5850 or better, HD6000, HD7000, R7 and R9 series Intel® Iris™ Pro HD 5200 
Download:
  1. Extract
  2. Copy crack ke folder bin
  3. Jalankan launcher nya
  4. Play game
  5. Enjoy
Socializer Widget By Blogger Ya
- See more at: http://rahmaturramadhan.blogspot.com/2014/09/watch-dogs.html#sthash.lWFdVmXS.dpuf

Download Game Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution PC

Bandai Namco Games dan CyberConnect2 membuat game versi terakhir dari seri Storm, Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution. Game ini baru saja rilis di Jepang 11 September 2014 kemarin. Penambahan fitur dari game sebelumnya yaitu Storm 3 Full Burst, jumlah karakter hingga 100+, serta karakter khusus disiapkan di game ini, Mecha Naruto.
Download Game Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution PC
Minimum Naruto Storm Revolution PC System Requirements:
  • OS: Windows XP or Higher
  • Processor: 2.3 GHz Dual Core or AMD
  • Memory: 1 GB RAM
  • Graphics: 512 MB Video Cards Pixel Shader 4.0 (Geforce 8xxx-ATI HD2xxx)
  • DirectX: Version 9.0c
  • Hard Drive: 8 GB Available Space
Recommended Naruto Storm Revolution PC System Requirements:
  • OS: Windows 7 or Higher
  • Processor: 2.5 GHz Dual Core or AMD
  • Memory: 8 GB RAM
  • Graphics: 1024VRam DirectX10 GPU
  • DirectX: Version 9.0c
  • Hard Drive: 8 GB Available Space
Screenshots Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution 






by : DNI

Link Download : Firedrive (Single Link) (6.5 GB)


Cara Install Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution

1. Pertama extrack, lalu buka atau Mount file Isonya.



2.  Jika sudah, klik Setup, lalu klik install Game. Tunggu hingga selesai.




3. Lalu jika sudah terinstall, buka folder Codex yang ada di CD Drive (F:) Naruto Shippuden. Copy kedua file tersebut, paste kan di tempat instalasi Gamenya (Local Disk (C) - Program Files – Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution).



Game pun sudah siap dimainkan.



Cara menggunakan Joystick Naruto Shippuden Ultimate Ninja Storm Revolution

Pertama Download terlebih dahulu X360 Emulator Joysticknya Disini. Buka, lalu copy semua file tersebut ke dalam folder instalasi gamenya.



Lalu klik “Xinput Test”, untuk melihat work atau tidak, jika Connected berarti sudah bisa bermain menggunakan Joystick.

- See more at: http://rahmaturramadhan.blogspot.com/2014/09/download-game-naruto-shippuden-ultimate.html#sthash.yv6xsPwE.dpuf

MEREKAM DESKTOP DENGAN APLIKASI BANDICAM

Hallo selamat malam pengunjung blog ! Bagaimana kabar kalian hari ini ? Hohoooo semoga tetap baik-baik saja yahh aamiin, ohiya sebelum saya memulai pembukaan saya ucapkan terima kasih dulu yah :D *ini kaya lagi ada acara aja*, okedeh pengunjung blog, malam ini saya tidak perlu banyak ceramah nih hehe, post saya malam ini membahas tentang software Bandicam, ada yang tau apa itu bandicam ? Iyap, bandicam yaitu suatu software untuk merekam desktop PC kita, misalnya kita merekam sedang memainkan suatu game, maka nanti hasilnya ada, jadiii kita tidak merekam memakai kamera biar gak ribet dan sangat bagus kualitasnya :p Bandicam ini juga bisa merekam sesuai kualitas rekaman yang kita mau, dan juga bisa mengatur berapa resolusi ukuran video yang kita rekam sesuai kemauan kita. Ohiya tanpa basa-basi saya akan memberikan linknya.

Download Bandicam : 8.95Mb

Oke hanya itu saja post saya malam ini, semoga bermanfaat untuk pengunjung sekalian, terima kasih selalu mengunjungi blog ini walau jelek hehehe ^^ oke selamat malam !